Jumat, 13 Februari 2009

Kawin Kontrak, adakah hubungannya denga Mahar?

Berbahagialah Anda hidup di Indonesia. Di Saudi, para pemudanya mengeluh mahalnya biaya menikah.

Hidayatullah.com--Pemuda-pemuda Saudi saat ini sedang giat-giatnya berkampanye lewat internet untuk tidak menikahi perempuan Saudi. Hal itu diakibatkan semakin mahalnya mas kawin dan biaya resepsi pernikahan.

Tema kampanye Biarkan mereka menjadi perawan tua, berhasil menarik perhatian pemuda-pemuda Saudi yang tidak mampu menikahi perempuan asal negaranya. Merekapun mengajak memilih calon istri non-Saudi, seperti dilaporkan Saudi Gazette, Rabu (11/2).

Kampanye website-website itu hendak mengajak semua masyarakat untuk menyadari bahwa persoalan mas kawin merupakan masalah sosial yang harus diselesaikan bersama, sebelum permintaan nilai maskin semakin melangit.

Isi slogan mereka tampak profokatif, namun mereka punya alasan untuk itu, tutur cendekiawan muslim Abdullah al Jafn. Dia menambahkan, kampanye mereka menyentuh masalah sosial yang penting dan harus dipelajari di sekolah-sekolah dan universitas.

Bagi kebanyakan pemuda Saudi menikah merupakan mimpi yang semakin lama semakin susah untuk dilaksanakan, imbuhnya. Namun al Jafn menilai syariat Islam tidak melarang perempuan menuntut besaran mas kawin dari mempelai pria. [sg/www.hidayatullah.com]
------------------------------------------------------------------------------------
Sabda Nabi : Sebaik-baik wanita ialah yang paling ringan mas kawinnya. (HR. Ath-Thabrani)
Bisa diartikan, diarab mayoritas wanitanya bukan sebaik-baik wanita.

Fenomena Kawin Kontrak di Cisarua Bogor, dg maskawin berkisar 5-20 jt Rupiyah, ada calo' pencari calon perempuannya, mayoritas turis Arab peminatnya. "Kawin kontrak telah diharamkan dan disepakati jumhur ulama"

Video berikut adalah informasi dari SCTV yang meliput Kawin Kontrak di negri indonesia.

Rabu, 11 Februari 2009

Jangan meremehkan kemusyrikan

Saudaraku yang dirahmati Allah,,
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, sholawat beserta salam atas junjungan Rosulullah SAW.

Telah diketahui bersama, bahwa surga menjadi hak semua muslim yang beriman kepada Allah dan rosulnya, yg tidak menyekutukan Allah. sabda Rosulullah SAW :

ketika Rasul saw bersama Abu Dzar ra., Rasul saw bersabda : "Barangsiapa yg wafat mengucapkan Laa ilaha illallah maka ia masuk sorga

maka berkata Abu Dzar ra :walau ia berzina dan mencuri..??
Rasul saw menjawab : walau ia berzina dan mencuri

Abu dzar ra berkata lagi : walau ia berzina dan mencuri..????
Rasul saw menjawab : walau berzina dan mencuri

Abu dzar berkata lagi : walau berzina dan mencuri...????!!!
Rasul saw menjawab : walau berzina dan mencuri didepan hidung Abu Dzar..!!!.

maka abu dzar tersungut sungut pergi sambil mengulang ulang kalimat itu... walau berzina dan mencuri didepan hidung abu dzar.. walau berzina dan mencuri didepan hidung abu dzar.. (Shahih Bukhari).

Dari hadits di atas maka bisa disimpulkan, bahwa apapun dosa yang pernah diperbuat seorang muslim yang beriman, maka dia akan masuk kedalam syurga, didalam shohib bukhori bab iman, disebutkan bahwa seorang yang telah mengucap La ilahaillallah dan dia memiliki kebaikan seberat biji sawi, maka dia akan masuk kedalam syurga.

Tetapi berbeda dengan dosa syirik, Dalam surah an-nisa ayat 48 Allah berfirman "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa yang syirik (menyekutukansesuatu)dengan Allah, dan Allah mengampuni dosa selain daripada syirik bagi yang Dia kehendaki".

Syirik adalah dosa yang paling besar, makna syirik adalah menyekutukan Allah, dalam artian menjadikan sesuatu selain Allah sebagai Tuhan, walaupun dia beriman bahwa Allah sebagai tuhan, tetapi jika seseorang meyakini bahwa ada Tuhan lain selain Allah yang disembah maka orang tersebut telah syirik.

Menurut dalil Aqli maka jelas syirik akan bisa membatalkan syahadat, karena kalimah "La ilaha illallah", adalah ikrar diri bahwa "tiada tuhan selain Allah", ketika seseorang mempercayai ada Tuhan lain selain Allah, maka dia telah batallah aqidahnya.


Perbuatan/amalan yang merupakan syirik kecil.


Rosulullah SAW menghawatirkan akan umatnya terhadap syikir kecil, seraya bersabda:
"Aku khawatir apa yang aku takutkan akan menimpa kalian yaitu Syirik kecil"
Para sahabat bertanya :"apakah itu syirik kecil ya Roasulallah SAW??"
Rosulullah SAWA menjawab :"Riya', Allah berfirman dihari kiamat nanti, ketika manusia mengharapkan pahala dari perbuatannya","pergilah pada yang kalian riya'kan di dalam dunia, apakah kalian akan mendapatkan balasan dari mereka?" dikeluarkan oleh ahmad dinukil dalam tafsir ibnu katsir)

Riya' menurut etimologi artinya adalah pamer.
dan menurut istilah, riya adalah suatu amalan yang dikerjakan bukan karena Allah, tetapi karena sesuatu hal yang diharapkan dari selain Allah.

Shodakoh adalah amalan yang baik dan masyru' (disyariatkan) tetapi amalan ini harus didasarkan ikhlas karena Allah, begitu banyaknya shodakoh yang tidak didasarkan karena Allah pada kebanyakan masyarakat, seperti para Caleg yang ingin mencari dukungan, atau berhaji untuk mendongkrak pamor, atau shodakoh agar dilihat oleh calon suami atau istri dll.(walau hakekat yang tahu kebenaran isi hati karena apa bershodakoh adalah Allah) tatapi tetap shodakoh bukanlah hal yang terlarang karna perilaku individu yang salah dalam niatnya tersebut.

Demikian pula halnya pergi berziarah kubur yang sejatinya adalah masyru' (atau disyari'atkan berziarah kubur) tetapi tak bisa dipungkiri bahwa sebagian masyarakat tidak mengerti syari'at berziarat tersebut, pengambilan barokah (bertabarruk) atau tawassul dalam kubur Rosulullah atau orang sholih adalah boleh, tetapi tak jarang masyarakat yang kurang faham meletakkan uang diatas kuburan, atau melakukan hal yang tidak disyariatkan dan tidak semestinya dilakukan saat berziarah, Namun hal itu tidak menjadikannya (ziarah kubur) adalah haram hanya karna individu peziarah yang melakukan penyimpangan.

Jika terdapat orang yang meminta kepada orang yang meninggal, secara dzahir muthlak dan tidak berkeyakinan bahwa segala manfaat dan mudhorot itu dari Allah maka ini harus diluruskan, adanya keyakinan inilah yang perlu diterangkan pada masyarakat akan tatacara berziarah kubur yang sesuai syariat, sebagaimana penjelasan pada orang yang bershodakoh bukan karena Allah untuk meluruskan niat dan akidah dlm beramal.

Masih terdapat banyak sekali perbuatan atau pekerjaan pada masyarakat apabila direnungkan pekerjaan itu tidak karena Allah, seorang penceramah, penulis buku, penulis artikel, penda'ie, yang tidak menyadari bahwa emosi telah menguasai hatinya sehingga melupakan sebab dari pekerjaannya. Jika pekerjaan itu karena Allah maka selayaknya kesantunan dan kehati-hatian dalam berbicara, tidak semena-mena dan secara gegabah memberika fonis a b c kepada yg dituduhnya.

wallahu a'lamu bishowab.