Kamis, 29 Januari 2009

Golongan yang ke 7 yang dinaungi Allah

Yang ketujuh adalah pria yang mengingat Nama Allah, pria yang menyebut Nama Allah maka mengalirlah airmatanya. Entah karena rindu, entah karena doa, entah karena harapan, entah karena haru, entah karena risau akan dosa, entah karena besarnya harapan ingin masuk surga tapi ketika ia menyebut dan mengingat Nama Allah mengalir airmatanya.

Ternyata tetesan airmata dari perasaan seperti ini dilihat oleh Yang Maha Melihat dan membuat ia di nanungi oleh Allah di saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah Swt. 7 kelompok diantaranya kelompok ini, kita berharap berada dikelompok yang ketujuh. Kelompok yang selalu mengingat Allah mengalir airmatanya.

Meneteskan air mata ketika mengingat Allah, ketika berdzikir baik berdzikir melalui menyebut nama Allah dan asma' NYA, maupun mengingat Allah melalui mempelajari keagunganNYA, dengan mempelajari struktur anatomi, dengan mempelajari geografi dan segala sesuatu yang kita lihat di alam ini, sehingga kita dapat meneteskan air mata karna mengingat Allah.

Alangkah bahagia dan nikmatnya ketika kita bermunajad di penghujung malam, bersimpuh dihadapan Allah Yang Maha Perkasa, mengakui kelemahan dan takut kepada Allah akan siksa dihari nanti, Menyesali timbunan dosa yang menumpuk tersembunyi didalam diri kita, meratapi dan merisaukan diri ini akan dosa yang banyak dan ibadah yang tak seberapa, tak bisa diandalkan kecuali kemurahan dan Rahmat Allah yang Maha merahmati, Maha Pemurah hanya itu yang kita andalkan.

Allah Maha Pemurah, Allah Maha Pengampun, Allah Maha Penyayang itu yang kita harapkan, sekian banyak kisah para hamba Allah yang beribadah puluhan tahun, ketika tidak mendapatkan rahmat Allah dan tidak diampuni dosanya meninggal dengan keadaan tersesat maka bencana baginya, dan sebaliknya banyak kisah para pendosa bergelimang dosa bertahun-tahun tetapi rahmat Allah disisa umurnya yang hanya beberapa saat dan dia bertaubat bahkan ada yang belum sempat sholat, tetapi Allah telah menjamin pengampunan dan syurga karna kemurahanNYA.

Sungguh Rahmat Allah-lah yang kita andalkan, kita berusaha berada dalam naungan Rahmat Allah seperti para rosulullah yang tidak berbuat dosa dan akhir hidupnya dirahmati Allah beserta para sahabat rosulullah kebanyakan ulama dan orang sholeh.

Tidaklah patut setekun apapun kita beribadah kepada Allah tetapi lupa akan Rahmat Allah sehingga kita terlalu percaya diri telah beribadah dan telah meninggalkan segala kemaksiatan Rahmat Allah pasti kita dapatkan karna kita melihat orang lain begitu banyak yang bermaksiat disamping kiri kanan kita.

Kita tidak layak mengecam siapapun yang kita lihat lebih hina tidak pernah ibadah dan gemar maksiat sebagai durjana yang pasti masuk neraka, tetapi hendaknya kita selalu berharap agar kita yang telah disadarkan Allah terus semakin dekat kepada Allah dan dirahmatai Allah Dunia Akhirat dan selanjutnya doa tercurah untuk orang yang kita lihat belum mendapatkan kesadaran dan hidayah. Mencela bukanlah hal yang patut bagi orang yang dirahmati Allah, karna takutnya kepada Allah sementara akhir kehidupan manusia khusnul khotimah atau sebaliknya adalah ditangan Allah sbg penentu.

Mari kita selalu bermunajad dengan kerisauan kita agar kita bisa digolongkan hamba Allah yg dirahmati Allah, digolongkan kedalam pencinta Allah, digolongkan hamba yang bertaqwa kepada Allah, mencintai saudaranya karena Allah SWT. dan terahir semoga satu bahkan bisa lebih dari 7 golongan yang dinaungi Allah kita masuk kedalamnya. amiin ya Roobal alamin

wallahu a'lamu bishowab.

Tidak ada komentar: